PARADIGMA BARU METODOLOGI STUDI ISLAM: INTEGRASI, REORIENTASI, DAN DIGITALISASI

Penulis: Ittihad, Husnul Hidayati, Muhammad Zaki,  Suharti,  Mohamad Khoiril Anwar, Ni Wayan Supadmi, Ayatullah Hadi, Muh. Baihaqi, Mujiburrahman.

Editor: Syahdan, SS., M.Si

Kata Pengantar:

Prof. Dr. Abdul Malik, M.Pd., M.Ag (Guru Besar Universitas Islam Negeri Mataram)

Prof. Dr. Bahtiar, M.Pd.S (Guru Besar Universitas Islam Negeri Mataram)

Prof. Dr. Abdul Malik, M.Pd., M.Ag I Prof. Dr. Bahtiar, M.Pd.S |(Guru Besar Universitas Islam Negeri Mataram)

Sinopsis

Abad ke-21. Penulis menawarkan peta jalan baru bagi para akademisi dan peneliti untuk keluar dari kungkungan metodologi klasik yang sering kali terjebak dalam dikotomi kaku antara ilmu agama (teosentris) dan ilmu umum (antroposentris). Struktur pemikiran dalam buku ini dibangun di atas tiga pilar transformasi utama: 1) Integrasi Keilmuan (Interdisipliner). Buku ini menegaskan bahwa memahami Islam di era modern tidak cukup hanya dengan pendekatan tekstual normatif. Penulis menawarkan paradigma Integrasi Interkoneksi, di mana teks suci (turats) diletakkan dalam dialog aktif dengan ilmu sosial, humaniora, dan sains. Metodologi ini bertujuan menghasilkan pemahaman keagamaan yang utuh, yang mampu membedah fenomena umat tidak hanya melalui dalil, tetapi juga melalui pisau analisis sosiologi, psikologi, dan antropologi; 2) Reorientasi Transformatif. Terjadi pergeseran fokus (reorientasi) dari penelitian yang bersifat defensif apologetik yang sekadar membela doktrin menjadi penelitian yang transformatif solutif. Dengan merevitalisasi konsep Maqashid al-Syari’ah (tujuan-tujuan syariat) sebagai kerangka etis, buku ini mengarahkan studi Islam untuk menjawab isu-isu kemanusiaan global yang mendesak, seperti moderasi beragama, keadilan gender, hak asasi manusia, hingga krisis ekologi dan etika medis; 3) Digitalisasi Metodologis. Sebagai unsur kebaruan (novelty) yang paling mencolok, buku ini membedah pergeseran ruang hidup masyarakat Muslim ke dunia siber. Peneliti diperkenalkan pada instrumen Netnografi dan Analisis Big Data untuk memetakan perilaku beragama di media sosial. Bagian ini mengulas secara kritis bagaimana algoritma platform kini turut membentuk otoritas keagamaan baru (dari ulama ke influencer), serta bagaimana metodologi riset harus beradaptasi untuk menangkap fenomena “Islam Digital” tersebut. Buku ini bukan sekadar buku teks prosedur penelitian, melainkan panduan filosofis dan praktis bagi peneliti yang ingin menghasilkan karya ilmiah yang inklusif, adaptif, dan multidimensional. Ia hadir sebagai jembatan yang menghubungkan tradisi keilmuan Islam yang kaya dengan realitas dunia digital yang serba cepat, memastikan bahwa studi Islam tetap relevan dan memberikan kontribusi nyata bagi peradaban modern Buku ini merupakan sebuah manifesto pembaruan metodologis yang dirancang untuk menjawab tantangan studi Islam di tengah arus disrupsi

Oleh:

Prof. Dr. Abdul Malik, M.Pd., M.Ag

(Guru Besar Universitas Islam Negeri Mataram)

Bismillahirrohmanirrohim

Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah memberikan cahaya ilmu bagi kita untuk terus menggali makna di balik ayat-ayat-Nya. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, pembawa risalah yang menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat-Nya sehingga buku kolaboratif yang bertajuk Paradigma Baru Metodologi Studi Islam: Integrasi, Reorientasi, Dan Digitalisasi  ini dapat terselesaikan.

Dunia akademik hari ini sedang berada di persimpangan jalan yang krusial. Di satu sisi, studi Islam memiliki kekayaan metodologi klasik yang mapan. Di sisi lain, deru perubahan zaman mulai dari kompleksitas politik hingga disrupsi media sosial menuntut alat analisis yang lebih tajam dan adaptif. Buku ini lahir dari kegelisahan akademik kolektif para penulis untuk menjembatani jurang antara tradisi metodologis dan realitas kontemporer.

Buku ini disusun secara sistematis untuk menuntun pembaca melampaui batas-batas riset konvensional. Penulisan ini diawali dengan penguatan fondasi paradigma, di mana pembaca diajak melakukan rekonstruksi pemikiran melalui sintesis tokoh-tokoh kunci. Kami percaya bahwa sebelum menyentuh teknis penelitian, seorang peneliti harus memiliki pijakan epistemologis yang kokoh.

Keunikan utama buku ini terletak pada spirit integrasinya. Kami tidak hanya menyajikan teknik analisis data kualitatif arus utama seperti perspektif Spradley atau Miles dan Huberman, namun juga berupaya mengintegrasikan nilai-nilai normatif Maqashid al-Syariah ke dalam instrumen penelitian. Lebih jauh lagi, buku ini memberikan ruang bagi kajian fenomena digital, seperti dakwah terapeutik di Instagram, yang membuktikan bahwa metodologi Islam mampu bergerak fleksibel di era algoritma.

Kami menyadari bahwa metodologi bukanlah sesuatu yang statis. Oleh karena itu, hadirnya karya ini diharapkan dapat menjadi pemantik diskusi, panduan praktis, sekaligus referensi teoretis bagi mahasiswa, peneliti, dan praktisi studi Islam dalam melakukan reorientasi teknik pengumpulan dan analisis data di lapangan yang semakin kompleks.

Terima kasih kepada seluruh tim penulis yang telah menyumbangkan pemikiran terbaiknya. Semoga karya ini menjadi amal jariyah akademik dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam memperkaya khazanah metodologi studi Islam di Indonesia.

Selamat membaca.

Lombok, 11 Pebruari 2026

Prof. Dr. Abdul Malik, M.Pd., M.Ag

Kata Pengantar

Oleh:

Prof. Dr. Bahtiar, M.Pd.S

(Guru Besar Universitas Islam Negeri Mataram)

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Mengetahui, yang telah memberikan kekuatan sehingga karya kolektif bertajuk Paradigma Baru Metodologi Studi Islam: Integrasi, Reorientasi, Dan Digitalisasi,  ini dapat hadir di hadapan pembaca. Dunia penelitian Studi Islam saat ini tidak lagi cukup hanya dengan memahami teknik dasar kualitatif. Kita sedang berada di era di mana data tidak lagi hanya tersimpan dalam lembaran naskah kuno atau wawancara tatap muka, melainkan bertebaran dalam algoritma media sosial dan kompleksitas kebijakan politik kontemporer. Buku ini hadir bukan untuk menggantikan teori klasik, melainkan untuk melakukan “Reorientasi dan Rekonstruksi”.

Ada tiga alasan mengapa buku ini menjadi sangat penting bagi akademisi dan peneliti masa kini:

  1. Integrasi Maqashid al-Syariah dalam Instrumen Riset: Selama ini, Maqashid seringkali hanya menjadi kajian hukum (fikih). Dalam buku ini, para penulis berhasil menarik Maqashid ke dalam ranah metodologi, menjadikannya standar normatif dalam instrumen penelitian.
  2. Respons terhadap Transformasi Digital: Peneliti dituntut adaptif. Kajian mengenai dakwah terapeutik di Instagram yang diangkat dalam buku ini menjadi preseden penting bahwa metodologi Islam sangat kompeten untuk membedah fenomena digital di era kecerdasan buatan dan media sosial.
  3. Sintesis Pemikiran Lokal dan Global: Dengan menggabungkan perspektif besar seperti Spradley, Miles, dan Huberman dengan pemikiran tokoh-tokoh kontemporer Indonesia, buku ini menawarkan model penelitian yang memiliki pijakan global namun tetap relevan secara lokal (locally grounded).

Buku ini adalah hasil kerja keras dari para penulis yang mendedikasikan pemikirannya untuk memperkaya khazanah intelektual Muslim. Kami berharap, setiap bab dalam buku ini dapat menjadi kompas bagi para mahasiswa dan peneliti pemula dalam menemukan jalan terang di tengah hutan belantara data.

Akhir kata, semoga buku ini tidak hanya menjadi penghuni rak perpustakaan, tetapi menjadi pemantik lahirnya riset-riset baru yang lebih inovatif, integratif, dan solutif bagi kemajuan peradaban Islam di Indonesia.

Selamat membaca dan bereksplorasi.

Lombok, 11 Pebruari 2026

Prof. Dr. Bahtiar, M.Pd.S

Lampiran Lampiran Dokumentasi


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *