MADRASAH KEHIDUPAN & KEMATIAN Refleksi Spritual Tentang Perjalanan Menuju Allah SWT

Penulis: Syahdan, SS., M.Si

Editor: Ittihad, S.Pd., M.Pd

Sinopsis Buku

Buku ini menghadirkan rangkaian refleksi spiritual, renungan Islami, dan nasihat kehidupan yang menuntun pembaca menapaki perjalanan hati menuju kedekatan dengan Allah Swt. Disampaikan dengan bahasa yang lembut, menyejukkan, dan sarat makna, setiap pembahasan dirancang untuk membangunkan kesadaran ruhani manusia modern yang sering larut dalam kesibukan dunia hingga melupakan hakikat kehidupan dan kebutuhan spiritualnya. Pembahasan dalam buku ini tidak hanya berfokus pada ibadah ritual semata, tetapi juga menyentuh dimensi terdalam kehidupan manusia, seperti taubat, perjuangan hidup, kematian, muhasabah diri, pemanfaatan waktu, serta upaya menyucikan hati. Pada bagian awal, Ramadhan digambarkan sebagai madrasah ruhani yang membimbing manusia kembali kepada Allah melalui taubat yang ikhlas, perbaikan diri, dan penguatan hubungan dengan sesama. Ibadah puasa dipahami bukan sekadar rutinitas, melainkan jalan menuju ketakwaan dan perubahan sikap hidup yang lebih baik. Selanjutnya, buku ini mengulas makna hijrah Nabi Muhammad Saw. sebagai simbol perjuangan mempertahankan kebenaran di tengah ujian dan pengorbanan. Hijrah dimaknai bukan hanya perpindahan fisik, tetapi juga perubahan diri dari keburukan menuju kehidupan yang lebih diridhai Allah. Dari kisah tersebut, pembaca diajak memahami pentingnya kesabaran, keberanian, dan keyakinan kepada pertolongan-Nya dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Renungan semakin mendalam ketika pembahasan beralih pada kisah Nabi Ya’kub dan Malaikat Maut yang mengingatkan manusia akan kepastian kematian. Kematian dipandang sebagai gerbang menuju kehidupan abadi, sehingga setiap manusia perlu mempersiapkan amal terbaik dan menjaga kebersihan hati sejak dini. Buku ini juga menegaskan bahwa manusia terbaik bukan hanya yang saleh secara pribadi, tetapi juga mereka yang mampu memberi manfaat dan menghadirkan kebaikan bagi orang lain. Selain itu, pembaca diajak menyadari bahwa usia manusia sangat singkat dan setiap waktu adalah amanah yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Karena itu, taubat tidak boleh ditunda, sebab kematian dapat datang kapan saja tanpa diduga. Muhasabah diri, terutama pada momentum Dzul Hijjah, dipaparkan sebagai sarana penting untuk memperbaiki kualitas spiritual secara terus-menerus. Buku ini juga membahas berbagai hal yang dapat merusak hati, seperti dosa, kelalaian, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia. Sebagai penawarnya, penulis menekankan pentingnya dzikir, ilmu, ibadah, dan kedekatan kepada Allah agar hati tetap bersih dan tenang. Pada bagian penutup, pemikiran Imam Al-Ghazali memperkaya renungan tentang hakikat Tuhan, takdir, dan tujuan hidup manusia. Secara keseluruhan, buku ini menjadi sahabat perjalanan ruhani yang mengajak pembaca untuk merenungi kehidupan, memperbaiki diri, memperkuat iman, dan semakin mendekat kepada Allah Swt., sehingga hidup terasa lebih bermakna, penuh hikmah, dan bernilai ibadah.

KATA PENGANTAR

Oleh: Prof. Dr. KH. Subhan Abdullah Acim, Lc., MA. | Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mataram

Alhamdulillah segala puji bagi Allah atas limpahan nikmat yang tak terhitung jumlahnya. Selawat dan salam semoga tetap tercurah kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga sahabat dan kita semua sebagai pengikutnya semoga kelak mendapatkan syafa’ah di yaumil qiyamah.

Berkat ‘Inayah Allah SWT, kali ini salah seorang akademisi STIT Palapa Nusantara Lombok NTB, sekaligus berstatus sebagai mahasiswa Program Doktor Studi Islam UIN Mataram, telah menyelesaikan sebuah buku dalam beragam tema, dan salah satu tujuannya selain mengembangkan tradisi menulis dan menyebarkan ide kebaikan, juga agar dapat dicetak dan diterbitkan, sehingga bermanfaat bagi masyarakat luas, terutama sekali di kalangan umat Islam yang memerlukannya. Maka kami sangat mengapresiasi karena penulis sudah memenuhi kewajiban dengan luaran sebuah karya yang diharapkan dapat memberi kontribusi kepada  masyarakat. 

Namun hal yang paling penting lagi adalah bahwa melalui buku yang sederhana seperti yang ada ini, STIT Palapa Nusantara Lombok NTB setidaknya telah mengambil bagian dalam menyebarkan gagasan dan ajaran Islam yangrahmatan lil-‘alamin, Islam yang wasatiyah (moderat),tasammuh (toleran) dan berkeadaban bagi masyarakat Muslim di manapun berada. Apalagi dari sisi tema, naskah-naskah yang tersusun ini memiliki keragaman dan perbedaan, sehingga menjadi alternatif yang menarik bagi masyarakat Muslim untuk dikembangkan. Tentu sebagai hasil kerja keras dan kerja sama banyak pihak, maka saya selaku pimpinan Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mataram, memandang perlu agar tradisi dakwah bil qolam seperti ini terus dibudayakan, sebagai bagian dari tradisi menulis, penyebaran ajaran Islam, pengembangan gagasan dan tulisan, dan pencerahan intelektual dan spiritual secara seimbang. Mari naskah-naskah yang berserakan, agar lebih bermanfaat, kita jadikan sebuah buku seperti buku sederhana yang dihadirkan kepada kita ini. Semoga karya sederhana ini tercatat sebagai amal ibadah di sisi Allah SWT, dan Allah SWT membalas dengan sebaik–baik balasan  Amiiin. | Mataram, 14 Mei 2026 | ttd | Prof. Dr. KH. Subhan Abdullah Acim, Lc., MA

DAFTAR ISI

Sampul_i

Halaman Judul_ii

Kata Pengantar_v

Daftar isi_vii

Bagian 1

Menjadikan Moment Ramadhan Sebagai Madrasah Taubat_1

Bagian 2

Mengambil Hikmah dari Hijrah Nabi Saw: Perjuangan untuk Mempertahankan dan Menegakkan Kebenaran_11

Bagian 3

Dialog Nabi Ya’kub Dengan Malaikat Maut Tentang Tanda Kematian_21

Bagian 4

Menuju Manusia Terbaik_29

Bagian 5

Menjadi Pemberi Manfaat Terhadap Sesama_41

Bagian 6

Memanfaatkan Sisa Umur Sebelum Menuju Alam Kubur: Refleksi Awal Tahun_55

Bagian 7

Bersegera Taubat  Sebelum Malakul Maut Merapat_63

Bagian 8

Introspeksi Diri Atas Dosa dan Kesalahan di Masa Lalu: Muhasabah di Bulan Dzul Hijjah_69

Bagian 9

Pentingnya  Melakukan Introspeksi Dalam Setiap Denyut Nadi_81

Bagian 10

Rusaknya Hati Karena Enam Perkara_95

Bagian 11

Menyelami Hikmah Kehidupan: Nasihat Imam Al-Ghazali dan Tiga Pertanyaan Tentang Tuhan, Takdir, dan Manusia_105

Daftar Pustaka_115

Biodata Penulis_119

BIODATA PENULIS

Syahdan adalah nama penulis, lahir di Desa Kabar Kecamatan Sakra Lombok Timur pada 31 Desember 1973. Penulis sekarang tinggal di tempat dilahirkan beralamat di RT 01 RW 01 Kabar Utara. Adapun riwayat Pendidikan, pada tahun 1986 menamatkan pendidikan di SDN 01 Kabar, lalu melanjutkan ke MTs NW Kabar dan lulus tahun 1989, Kemudian menamatkan Madrasah Aliyah (MA NW) Pancor pada tahun 1992, setelah itu menjadi salah seorang Thullab Ma’had Darul Qur’an Wal Hadits Al Majidiyah As-Syafi’iyah (MDQH) NW Pancor dan tamat pada tahun 1996. Selain di MDQH penulis juga menjadi mahasiswa Fakultas Sastra Universitas NW Mataram pada Jurusan Sastra Asia Barat Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, mendapat ijazah tahun 1998. Selanjutnya pada tahun 2006 menyelesaikan program Magister di Universitas Udayana pada program studi Kajian Budaya dengan konsentrasi Sistem Pengembangan dan Pengendalian Sosial. Selain itu pula tahun 2013/2014 penulis juga pernah mengikuti pendidikan tambahan yaitu Short Coursse Metodologi Penelitian Antropologi Agama yang diselenggarakan oleh Dirjen Diktis Kmenterian Agama RI bekerjasama dengan STF UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sekarang ini sedang menempuh studi S3 di Program Doktur Studi Islam di Universitas Islam Negeri Mataram. Keseharian penulis juga adalah sebagai pengajar, dosen tetap STIT Palapa Nusantara Lombok NTB. Adapun jabatan yang pernah dipercayakan kepada penulis sebagai dosen tetap adalah pada tahun 2010-2016 sebagai kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIT Palapa Nusnatara, kemudian tahun 2016-2021 sebagai ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan 2021 sampai saat ini ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Sebelum di STIT Palapa Nusantara, penulis juga pernah berkhidmah di beberapa perguruan tinggi di pulau Lombok antara lain Universitas NW Mataram, IAIH NW Lombok Timur, dan STMIK Syaikh Zainuddin NW Anjani Lombok Timur. Penulis juga pernah mengabdi sebagai guru Madrasah Aliyah yang mengampu mata Pelajaran Nahwu-Sharef di salah satu Pondok Pesantren tempat kelahiran penulis yaitu Ponpes Baiturrahim Kabar. Selain aktivitas kampus, penulis juga pernah dipercayakan menjadi Assesor BAN-S/M dua periode, sejak 2011 sampai dengan 2021. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat penulis sampai saat ini menjadi anggota pada Forum Penanggulangan Resiko Bencana Kabupaten Lombok Timur, dan di tempat kelahiran penulis aktif sebagai khatib Jum’at. Demikian biodata singkat penulis, semoga kita semua memiliki semangat untuk terus berkarya, semangat berfastabiqulkhairot mumpung hayat masih dikandung jasad.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *